Jumat, 11 Maret 2011

Tim Indonesia terbelah dua

        Timnas Indonesia akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat setelah penampilan impresif di Piala AFF yang lalu. Banyak idola-idola baru yang muncul sebagai imbas dari permainan timnas tersebut. Namun bukan kehebatan Timnas yang akan saya bicarakan kali ini., tetapi bagaimana komposisi pemain-pemain timnas dari Indonesia Barat dan Timur. Saya katakan barat dan timur bisa diartikan sebagai wilayah-wilayah di Indonseia di bagian barat dan timur. Kita tahu bahwa ada kejomplangan komposisi pemain, dimana pemain-pemain dari timur indonesia sangat minim sekali di Timnas Senior maupun Timnas U-23 yang sedang menjalani pra olimpiade dan persiapan sea games tahun depan. Padahal dari segi tehnik, skill, dan stamina pemain timur sebenarnya punya kekuatan. Bisa dilihat dari klub Persipura yang menampilkan gaya bermain paling atraktif di Liga Super Indonesia dan memuncaki klasemen. Bila dibandingkan dengan cara bermain Timnas yang bermain disiplin setelah dibawah asuhan Alfred Riedl, persipura muncul sebagai klub yang menampilkan gaya bermain cepat dan lebih penting lagi semua lini vital yang dibutuhkan oleh Timnas, dimiliki oleh tim persipura ini dengan mengandalkan anak-anak asli papua. Sebut saja posisi gelandang dan penyerang yang dimiliki timnas sangatlah minim dengan sangat mengandalkan Firman Utina sedangkan di posisi striker lebih parah lagi. Dengan memanggil pemain naturalisasi hingga ke negeri belanda. Pemain-pemain papua menurut saya khususnya yang membela klub persipura telah membuat tim Indonesia terbelah dua karena gaya permainan mereka lebih bertenaga, lebih cepat, dan lebih impresif dari timnas kita walaupun saya akui permainan papua sedikit liar dan acapkali tidak disiplin. Namun, yang lebih penting adalah bahwa keanekaragaman Indonesia tidak hanya dari budaya dan sukunya saja tetapi juga di olahraga. Semoga keanekaragaman ini di sepakbola menjadi kekuatan yang ditakuti nantinya di Dunia. 

Saat inilah kita harus bangga pada Indonesia!!!!